Sunday, January 9, 2011

SIASAT LULUS TPA USM STAN

BAB iii

Ringkasan, Teknik, dan Rumus Cepat Mengerjakan Soal USM STAN  Kategori TPA

 

TPA - KEMAMPUAN KUANTITATIF

 

Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai

a) Perbandingan senilai
Perbandingan senilai terjadi apabila nilai suatu variable bertambah maka bertambah pula nilai variable yang lain. Perbandingan senilai misalnya digunakan pada perhitungan putaran roda & jarak.
Contoh: Untuk memperoleh jarak 50 meter roda berputar 150 kali. Berapa kali roda harus berputar untuk menempuh jarak 200 meter?
Logikanya, apabila jarak bertambah, maka putaran roda juga mestinya bertambah, jadi gunakan perbandingan senilai :
50 meter berbanding lurus dengan 150 kali putar, dan 200 meter berbanding lurus dengan putaran yang dicari.
jadi persamaannya:
50/200 = 150/X , maka X = 600 kali

 b) Perbandingan yang berbalik nilai
Perbandingan yang berbalik nilai terjadi ketika suatu nilai variable betambah, maka nilai variable yang lain malah berkurang. misalnya digunakan pada perhitungan waktu dan tenaga kerja.
Contoh: Suatu pekerjaan bila diselesaikan oleh 15 orang diperlukan waktu 5 hari, maka bila dikerjakan 10 orang diperlukan waktu?
Logikanya semakin sedikit tenaga kerja, bukan berarti waktu pekerjaannya juga sedikit, melainkan waktu selesainya semakin lama (waktu bertambah, tenaga kerja berkurang) jadi gunakan perbandingan berbalik nilai :
15 orang berbanding terbalik dengan 5 hari,, dan 10 orang berbanding terbalik dengan waktu yang hendak dicari.
jadi persamaannya:
15/10 = T/5  , maka T = 8 hari
INGAT : Manusia, hari, hewan, dan beberapa benda tidak bisa disebut dalam pecahan. Misalnya 7 hari 1 jam,, 1 jamnya kan udah masuk hari ke 8, jadi jawabannya adalah 8 hari, bukan 7 hari.

Teori Bilangan  ( Pembagian )


I. Teori Bilangan ( Pembagian )

a.) Suatu bilangan habis dibagi 2^n apabila n digit terakhir dari bilangan tersebut habis dibagi 2^n.
 Contoh :
134576 habis dibagi 8 = 2^3, sebab 576 habis dibagi 8 (576 : 8 = 72)
4971328 habis dibagi 16 = 2^4 sebab 1328 habis dibagi 16
b.) Suatu bilangan habis dibagi 5 apabila digit terakhir dari bilangan tersebut adalah 0 atau 5.
Contoh : 67585 dan 457830 adalah bilangan-bilangan yang habis dibagi 5.
c.) Suatu bilangan habis dibagi 3 apabila jumlah digit bilangan tersebut habis dibagi 3.
Contoh : 356535 habis dibagi 3 sebab 3 + 5 + 6 + 5 + 3 + 5 = 27 dan 27 habis dibagi 3.
d.) Suatu bilangan habis dibagi 9 apabila jumlah digit bilangan tersebut habis dibagi 9.
Contoh : 23652 habis dibagi 9 sebab 2 + 3 + 6 + 5 + 2 = 18 dan 18 habis dibagi 9.
e.) Suatu bilangan habis dibagi 11 apabila selisih antara jumlah digit dari bilangan tersebut pada posisi ganjil dengan jumlah digit dari bilangan tersebut pada posisi genap habis dibagi 11.
Contoh : 945351 habis dibagi 11 sebab (9 + 5 + 5) - (4 + 3 + 1) = 11 dan 11 habis dibagi 11.
Contoh bilangan lain yang habis dibagi 11 adalah 53713 dan 245784.



II. Teori Bilangan ( Pembagian )

a.) Jika suatu bilangan habis dibagi a dan juga habis dibagi b, maka bilangan tersebut akan habis dibagi ab dengan syarat a dan b relatif prima Berlaku sebaliknya.
Contoh : 36 habis dibagi 4 dan 3, maka 36 akan habis dibagi 12.

b.) Misalkan N jika dibagi p akan bersisa r. Dalam bentuk persamaan N = pq + r dengan p menyatakan pembagi, q menyatakan hasil bagi dan r menyatakan sisa. Persamaan di atas sering pula ditulis N=r (mod p)

c.) Kuadrat suatu bilangan bulat bulat, habis dibagi 4 atau bersisa 1 jika dibagi 4.
Maka suatu bilangan bulat yang bersisa 2 atau 3 jika dibagi 4, bukanlah bilangan kuadrat.
contoh: 81 dibagi 4 sisa 1, 100 bisa dibagi 4, 121 dibagi 4 sisa 1. Jadi kalo ada bilangan yang jika dibagi 4 sisanya bukan 1 atau 0, maka bilangan tsb bukan bilangan kuadrat

d.) Angka satuan dari bilangan kuadrat adalah 0, 1, 4, 5, 6, 9 (mungkin aja keluar di seri angka)

e.) Bilangan pangkat tiga (kubik) jika dibagi 7 akan bersisa 0, 1 atau 6.

f.) Dua bilangan dikatakan prima relatif, jika faktor persekutuan terbesarnya (FPB) sama dengan 1.
Contoh : 26 dan 47 adalah prima relatif sebab FPB 26 dan 47 ditulis FPB(26,47) = 1
Pengkuadratan bilangan yang digit keduanya 5
Contoh: 65 x 65 = 4225
Dua digit terakhir selalu 25
Digit depannya ditentukan dari n x (n + 1), jadi 6 x 7 = 42    ..............Hasilnya 4225



Teori Bilangan  ( Perkalian )

 

# Pengkuadratan bilangan yang digit depannya 5

langkah-langkahnya : a) Tambahkan bilangan 25 dengan bilangan satuannya. b) Kuadratkan bilangan satuannya. (khusus untuk angka satuan 1, 2, dan 3, hasil kuadratnya dituliskan 01, 04, dan 09) c) Hasil akhir adalah gabungan a) dan b)
contoh :
i. 51^2 = ?
a) 25 + 1 = 26
b) 1^2 = 01
c) hasil : 2601

ii. 59^2 = ?
a) 25 + 9 = 34
b) 92 = 81
c) hasil : 3481

# Pengkuadratan bilangan yang digit keduanya 5
Contoh: 65 x 65 = 4225
Dua digit terakhir selalu 25
Digit depannya ditentukan dari n x (n + 1), jadi 6 x 7 = 42
Hasilnya 4225



# Trik Perkalian 11 
Contoh:
12 x 11
Tulis angka yang akan dikalikan 11 tapi kosongkan tengahnya!
1_2 (Perhatikan. Di antara 1 dan 2 ada ruang kosong)
Lalu coba jumlahkan kedua angka itu ( 1 + 2).
Hasilnya pasti 3 kan?
Lalu taruh angka 3 di antara kedua angka itu. Lalu itu akan menjadi seperti ini:
Sebelum = 1_2
Sesudah = 132

Tapi apabila perkalian 19 x 11 bagaimana caranya? Coba cari tau…

# Trik Perkalian 9
Karena setiap bilangan sembarang jika dikalikan 9 maka jumlah hasilnya = 9  maka :
1 x 9 = 9 2 x 9 = 18, jumlah 1 + 8 = 9 3 x 9 = 27, jumlah 2 + 7 = 9 4 x 9 = 36, jumlah 3 + 6 = 9 dan seterusnya………………….

# Cara hitung cepat dengan angka 9 : (Cuma angka kembar)
Contoh : 22 x 9 = 198, ( cara cepatnya 2 x 9 = 18, lalu selipkan angka 9 ditengah ), jadi jumlahnya adalah 198
simak cara cepatnya berikut ini : 33 x 9 = 297 ( cara cepat 3 x 9 = 27, selipkan 9 ditengah ) 44 x 9 = 396 55 x 9 = 495 66 x 9 = 594

lalu bagaimana jika dengan 3 angka kembar, selipkan saja angka 99 ditengahnya. Contoh :
222 x 9 = 1998 (cara cepat 2 x 9= 18, selipkan 99 ditengah ) 333 x 9 = 2997 444 x 9 = 3996 555 x 9 = 4995
# Menghitung Cepat Perkalian bilangan dua digit
Berikut ini merupakan rahasia trick perkalian dua digit angka (contoh : 19 x 14 = ??), dengan menggunakan trik ini maka Anda dapat mengetahui hasil dari perkalian tersebut kurang lebih tiga detik. Mulai dari sekarang perkalian dua digit angka akan menjadi sangat mudah bagi Anda..
 Asumsi hasilnya adalah bilangan 3 digit, maka
1. Digit ketiga adalah perkalian masing2 bilangan terakhir
2. Digit kedua adalah pertambahan antara perkalian silang antara kedua bilangan
3. Digit pertama adalah perkalian masing2 bilangan pertama

Misal ab x cd , maka hasilnya adalah digit pertama: ac, digit kedua ad + bc, digit ketiga bd

Misal perkalian 21 X 32 = ?
Penyelesaianya :
1. digit terakhir adalah 2
2. digit kedua adalah 7
3. digit pertama adalah 6
Hasilnya 672

Misal 45 x 27= ?
1. 5 x 7 = 35 yang diambil 5, angka 3 ditambahn ke digit berikutnya
2. (4 x 7) + (5 x 2) + 3 = 41 yang diambil 1, angka 4 ditambah ke digit berikutnya
3. (4 x 2) + 4 = 12
Hasilnya 1215



Bila bilangannya belasan semua, maka langkah no. 2 bisa lebih simpel karena bilangan. yang dikalikan satu adalah bilangan itu sendiri
Misal 13 x 12
  1. digit terakhir 6
  2. digit kedua 2 + 3 = 5
  3. digit pertama 1
hasilnya 156

kalo dilihat sekilas maka akan tampak rumit, tapi kalo sudah biasa maka kita ga perlu lagi nulis untuk menyelesaikan soal kayak gini J.






TPA - KEMAMPUAN VERBAL

 

SINONIM, ANTONIM, KOSA KATA
            Soal tipe ini sebenarnya adalah soal bonus, dengan syarat anda tau artinya. Per soal hanya membutuhkan waktu sekedipan mata. Tapi masalahnya terdapat ribuan kata yang mungkin muncul. Ga mungkin kan hapal seluruh isi kamus,, kecuali kamusnya di bakar trus abunya di makan/diminum J.
            Sinonim adalah persamaan kata, jadi untuk sinonim, carilah persamaannya, bila yang anda hadapi kata yang tidak pernah anda temukan sebelumnya cobalah untuk menebak sejalan masih masih relevan dengan makna sebenarnya.
            Antonim adalah lawan kata, jadi untuk antonym, carilah kata kata yang berlawanan arti dengan soal, bila anda baru menemukan kata seperti dalam soal, cobalah untuk menebak sejalan masih kontradiksi dengan makna sebenarnya.

sekilas, tidak ada trik untuk menjawab soal-soal ini tapi sebenarnya ada trik jitunya looo…
trik menjawab soal-soal jenis ini antara lain:

1. Bila dilihat dengan seksama, sebagian besar kata-kata yang keluar merupakan kata serapan. entah itu dari bahasa asing atau dari bahasa daerah. Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain, baik dari bahasa daerah di Indonesia maupun dari bahasa asing seperti Inggris, Belanda, Arab, dan Sanskerta.
Kembalikan kata tersebut ke bahasa aslinya, kemudian artikan :
Contoh:

inflasi – inflation
kiper – keeper
klaim – claim
kreasi – create
lanskap – landscape
aliansi – alliance


2. Memahami makna awalan dan akhiran kata
Dengan mengerti awalan (prefiks) atau akhiran (sufiks) kata, maka kita akan lebih mudah dalam menebak arti atau maksud kata yang tidak kita ketahui sama sekali.

#Prefiks (awalan)
*Tanpa perubahan :
1. a-, ab-, abs- (”dari”, “menyimpang dari”, “menjauhkan dari”)
2. a-, an- (”tidak”, “bukan”, “tanpa”)
3. am-, amb- (”sekeliling”, “keduanya”)
4. ana-, an- (”ke atas”, “ke belakang”, “terbalik”)
5. ante- (”sebelum”, “depan”)
6. anti-, ant- (”bertentangan dengan”)
7. apo- (”lepas”, “terpisah”, “berhubungan dengan”)
8. aut-, auto- (”sendiri”, “bertindak sendiri”)
9. bi- (”pada kedua sisi”, “dua”)
10. de- (”memindahkan”, “mengurangi”)
11. di- (”dua kali”, “mengandung dua …”)
12. dia- (”melalui”, “melintas”)
13. dis- (”ketiadaan”, “tidak”)
14. em-, en- (”dalam”, “di dalam”)
15. endo- (”di dalam”)
16. dll





*Dengan perubahan :
1. ad-, ac- ? ad-, ak- (”ke”, “berdekatan dengan”, “melekat pada”)
2. cata- ? kata- (”bawah”, “sesuai dengan”)
3. co-, com-, con- ? ko-, kom-, kon- (”dengan”, “bersama-sama”, “berhubungan dengan”)
4. contra- ? kontra- (”menentang”, “berlawanan”)
5. ec-, eco- ? ek-, eko- (”lingkungan hidup”)
6. ex- ? eks- (”sebelah luar”, “mengeluarkan”)
7. exo-, ex- ? ekso-, eks- (”di luar”)
8. extra- ? ekstra- (”di luar”)
9. hexa- ? heksa- (”enam”, “mengandung enam”)
10. hyper- ? hiper- (”di atas”, “lewat”, “super”)
11. dll


*Penyerapan dengan penerjemahan :
1. a- ? tak-. Contoh: asymetric ? tak simetri
2. ante- ? purba-. Contoh: antedate ? purbatanggal
3. anti- ? prati-. Contoh: antibiotics ? pratirasa
4. auto- ? swa-. Contoh: autobiography ? swariwayat
5. de- ? awa-. Contoh: demultiplexing ? awa-pemultipleksan
6. bi- ? dwi-, bi-. Contoh: bilingual ? dwibahasa
7. inter- ? antar-, inter-. Contoh: international ? antarbangsa
8. dll





Sufiks (akhiran) :
• -ektomi
Akhiran -ektomi dalam ilmu kedokteran berarti “membuang”Ex: Adenektomi - operasi bedah untuk mengangkat sebuah kelenjar
• -isme
Akhiran ini menandakan suatu faham atau ajaran atau kepercayaan. Beberapa agama yang bersumber kepada kepercayaan tertentu memiliki sufiks -isme.Hal-hal yang memiliki akhiran -isme:

1. Agama (Buddhisme, Yudaisme, Mormonisme)
2. Doktrin atau filosofi (pasifisme, olimpisme, nihilisme, dll)
3. Teori yang dikembangkan oleh orang tertentu (Marxisme, Maoisme, Leninisme)
4. Gerakan politis (feminisme, egalitarianisme, dll)
5. Gerakan artistik (kubisme, anamorfisme, dll)
6. Karakteristik, kualitas, atau bersumber dari (nasionalisme, heroisme, dll)
7. dll
• -logi
Sufiks -logi berasal dari bahasa Yunani -????a (-logia) yang kemudian diserap oleh bahasa Latin -logia. Penggunaannya kemudian dipopulerkan lewat bahasa Perancis (-logie) dan kemudian bahasa Inggris (-logy). Akhiran ini dapat memiliki arti sebagai berikut:

1. akhiran sebagai pembentuk nama ilmu atau pengetahuan (misalnya teologi atau sosiologi)

2. akhiran yang berhubungan dengan tulisan atau kumpulan tulisan (misalnya eulogi atau trilogi)
• -oskopi
istilah kedokteran berakhiran -oskopi diturunkan dari endoskopi yang berarti “melihat ke dalam” yang mengacu ke proses melihat ke dalam tubuh manusia untuk berbagai keperluan medis.

1. Bronkoskopi - saluran pernapasan bawah
2. Sitoskopi - saluran kandung kemih
3. Thorakoskopi dan mediastinoskopi - organ di dalam dada
• -grafi
Sufiks -grafi berasal dari bahasa Yunani -graphia, dari kata graphein, “menulis” yang kemudian diserap oleh bahasa Latin menjadi -graphia. Penggunaannya kemudian dipopulerkan lewat bahasa Perancis (-graphie) dan kemudian bahasa Inggris (-graphy). Akhiran ini dapat memiliki arti
1. Tulisan atau salinan yang dibuat dengan cara atau proses tertentu
2. Tulisan mengenai bidang studi / subyek tertentu
• -otomi
Akhiran “-otomi” dalam ilmu kedokteran umumnya berarti “memotong” atau “memisahkan”

Zootomi - operasi/irisan yang dilakukan pada hewan

            Jadi, mulai sekarang ubahlah cara belajar atau cara pikir anda dari menghafal menjadi memahami makna per-suku kata atau menerjemahkan setiap kata atau suku kata yang belum anda mengerti. dengan begitu anda akan semakin mudah dalam menghafal atau memahami makna kata yang belum anda ketahui sebelumnya. misal dalam pelajaran biologi ada chepalothorax, chepalopoda, dll. orang yang ga tau arti dari chepal, thorax, atau poda akan kesulitan memahami artinya, tetapi bila yang sudah tau makna masing2, maka istilah2 tersebut sebenarnya sangat sederhana. (cara-cara berpikir seperti ini saya tiru dari anak yang pernah mewakili indonesia dalam olimpiade tingkat internasional)

           

Soal USM STAN tahun 2009 dan 2010 yang bisa ditebak dengan kedua metode diatas misalnya “agrafia” (a = tidak, grafia= menulis), ambiguitas, remedi, rekognisi (berasal dari “recognize”), platform (berasal dari kata “platform”), quasi (berasal dari kata “quasi” yang artinya pura2), kulminasi (berasal dari kata “culminate” atau “culmination” yang berarti puncak), elitis (berasal dari kata “elite” yang berarti golongan atas/terpandang), tentatif (berasal dari kata “tentative” yang berarti sementara), ultima (berasal dari kata “ultimate” yang berarti akhir), prudensial (berasal dari kata “prudent”), intuisi, dan lain lain.  BANYAK BUKAN ??!!





TPA Logika Diagram

 

Dalam soal tes jenis ini, kita diminta untuk melakukan penalaran terhadap berdasarkan diagram yang telah disediakan dalam soal. Soal jenis ini terkadang terlihat mudah, namun bila tidak berhati-hati seorang peserta Tes Potensi Akademik sering terjebak memilih jawaban yang keliru.
 
Contoh soal tes logika diagram
 
http://tespotensiakademik.com/images/Tes-Lo1.gif
 
Berdasarkan diagram diatas, manakah pernyataan yang tidak benar dibawah ini ?

A. Sebagian A adalah juga B
B. Sebagian B juga A
C. Sebagian E adalah B
D. Semua D adalah B
E. Semua E adalah A

Coba ditebak sendiri ya ! J



Tips dan Trik TPA


Tes Potensi Akademik dianggap sebagai tes yang sulit bagi sebagian besar orang. Namun sesungguhnya, ada beberapa tips dan trik yang dapat membantu anda dalam menghadapi TPA ini. Antara lain adalah :

Satu bulan sebelumnya berlatihlah soal-soal TPA sebanyak mungkin. Dan patuhilah batasan waktu dalam mengerjakan TPA yang ada. Ini penting untuk membiasakan diri anda bekerja cepat menyelesaikan soal-soal tersebut. Jika anda tidak mematuhi batasan waktu tersebut, anda akan terbiasa mengerjakannya dengan santai dan dalam waktu yang lama. Jika ini terjadi, maka ketika anda mengerjakan soal TPA yang sebenarnya, maka anda akan mengalami kesulitan pengaturan waktu. Latihan soal-soal TPA sebanyak-banyaknya akan membuat anda akrab dengan berbagai jenis dan model soal. Analisa anda dalam mengerjakan soal-soal tersebut juga akan meningkat seiring dengan banyaknya latihan yang anda kerjakan.
Dalam tes TPA, tes angka yang diberikan umumnya adalah angka-angka yang bisa dikerjakan tanpa harus menggunakan rumus-rumus matematika tertentu yang rumit. Oleh sebab itu, tak perlu anda menghafal berbagai macam rumus-rumus matematika yang rumit untuk menghadapi tes TPA, karena hal itu justeru akan membebani anda saja. Yang diperlukan adalah logika berpikir terstruktur. Dengan banyak latihan soal, logika berpikir anda akan terbantu untuk semakin terstruktur sehingga memudahkan anda mengerjakan soal-soal serupa dengan cepat dan benar
Saat anda mengerjakan soal-soal TPA, kondisikan diri anda dalam keadaan konsentrasi penuh. Tapi rileks. Tidak tegang. Tidak panik. Tegang hanya akan membuat energi otak anda cepat terkuras. Panik membuat anda mengerjakan soal secara ceroboh dan terburu-buru. Sehingga mudah terkecoh oleh jawaban yang sekilas benar
Jangan memperturutkan rasa penasaran anda terhadap satu soal tertentu. Ini sangat berbahaya. Rasa penasaran terhadap satu soal tertentu  (biasanya terjadi pada soal-soal numerik atau angka) membuat waktu anda terkuras untuk mengerjakan soal tersebut. Belum lagi energi anda juga turut berkurang secara signifikan. Ditambah lagi emosi  juga akan naik, bila ternyata kemudian anda gagal menemukan jawabannya. Ingatlah bahwa setiap butir soal TPA memiliki bobot nilai yang sama. Sehingga jangan membuang-buang waktu untuk sekedar memperturutkan rasa penasaran anda tersebut



jika artikel "SIASAT LULUS TPA USM STAN" diatas bermanfaat, mohon share ke teman melalui tombol share yang terdapat di bawah artikel ini J

Related Post:

2 komentar:

Anonymous said...

makasih kk sangat membantu
~dari orang yang penuh akan asa~

Anonymous said...

Maaf kak, kan 245784 habis dibagi 11 padahal selisih bilangan tsb posisi ganji&genap=0, jd tdk habis dibagi 11 y?. Mohon pencerahannx..